
Kartasura, 3 Juli 2026 – Center for Innovation and Digital Entrepreneurship (CIDEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Public Expose Hasil Survei Penelitian Potensi Ekonomi Kreatif Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Kartasura pada Jumat (3/7/2026) di Pendopo Aula Kelurahan Kartasura. Kegiatan ini menjadi forum akademik sekaligus ruang dialog antara peneliti, pemerintah, pengelola pasar, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam merumuskan arah pengembangan kawasan ekonomi kreatif berbasis budaya. Acara dihadiri juga oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, selaku Dekan FEBI sekaligus Dewan Pakar CIDEP, Kanjeng Raden Rio Aryo Kuncara Adiningrat selaku perwakilan Pihak Keraton Kasunanan Surakarta, dan Tri Wahyudi, M.H. selaku penggagas Pasar Gunung Kunci, dan masyarakat Kartasura.
Penelitian tersebut dilaksanakan oleh tim peneliti yang terdiri dari Asep Maulana Rohimat, Adelia Nindy Fitriani, Mamudou Bah, dan Lisa. Survei ini bertujuan memetakan potensi, tantangan, serta strategi pengembangan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Kartasura sebagai destinasi ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, tim peneliti menjelaskan bahwa keberadaan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci merupakan hasil kolaborasi pentahelix dari berbagai pihak. Pasar ini lahir dari sinergi tokoh masyarakat, akademisi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, dukungan Pemerintah Kelurahan Kartasura dan Pemerintah Daerah, serta pengelolaan yang dilakukan oleh Paguyuban Pegiat Budaya dan Ekonomi Kreatif Kartasura (PAKUNCARA). Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis pelestarian budaya lokal.
44 UMKM Pedagang Produk Jadul
Hasil survei juga menunjukkan perkembangan positif dari sisi pelaku usaha. Berdasarkan pendataan hingga 15 Juni 2026, terdapat 44 pelaku UMKM yang aktif berpartisipasi di Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci. Mayoritas pelaku usaha menyajikan beragam kuliner tradisional khas Nusantara yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung sekaligus memperkuat identitas pasar sebagai ruang pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain mengidentifikasi potensi, penelitian ini turut mengevaluasi aspek fasilitas dan tata kelola kawasan pasar. Tim menemukan beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian, di antaranya pengaturan alur pergerakan pengunjung agar lebih nyaman, minimnya label atau penanda tempat sampah yang mendukung pengelolaan kebersihan, serta persoalan drainase di area cuci tangan yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kenyamanan dan sanitasi kawasan.
Evaluasi juga dilakukan terhadap aspek operasional para pedagang. Beberapa rekomendasi yang disampaikan meliputi peningkatan konsistensi penggunaan seragam lurik sebagai identitas budaya pasar, penyediaan daftar harga pada setiap stan untuk meningkatkan transparansi kepada konsumen, serta pengurangan penggunaan kemasan plastik melalui penerapan kemasan yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Rekomendasi Strategis
Tim peneliti menegaskan bahwa hasil survei ini tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program pengembangan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Kartasura. Beberapa rekomendasi strategis yang diajukan meliputi penguatan branding kawasan, peningkatan kualitas fasilitas publik, pengembangan standar pelayanan UMKM, digitalisasi promosi, penguatan identitas budaya pasar, serta penerapan prinsip ekonomi hijau dan ekonomi sirkular dalam pengelolaan kawasan.
Melalui kegiatan public expose ini, CIDEP FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pengelola pasar, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Kartasura diharapkan terus berkembang sebagai pusat pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya lokal, sekaligus destinasi wisata heritage yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kartasura dan sekitarnya.
Dari Kuliner Tradisional hingga Wisata Heritage, Riset CIDEP Ungkap Potensi Baru Kartasura
1 bulan yang lalu - Umum